Simulasi Wawancara dalam Teknik Wawancara

Simulasi wawancara yang akan saya bagikan di bawah ini, dilakukan pada sesi Teknik Wawancara dan Praktik, saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik, Februari 2010.

Sebelum kegiatan simulasi dilakukan, terlebih dahulu dijelaskan mengenai teknik wawancara. Sebelum melakukan wawancara, biasanya wartawan membuat skema pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Lakukan wawancara secara alamiah, jangan dibuat-buat atau sangat formal sehingga menjadi kaku. Sebaiknya sebelum meakukan wawancara, pewawancara mencari tahu terlebih dahulu mencari referensi tentang topic wawancara. Sebaiknya juga pewawancara mengenal baik biografi narasumber, jabatannya, perwatakannya, dan lain-lain menyangkut diri narasumber. Selesai melakukan wawancara, sebaiknya langsung menuliskan hasil wawancara tersebut.

Sebagai pewawancara, seorang wartawan harus memperhatikan kode etik jurnalistik. Kode etik berfungsi menjaga agar obyektifitas jurnalistik tetap terjaga. Mencegah karya bersifat fitnah, cabul, sadis dan provokatif. Dan tidak terjadinya kolusi antara pewawancara dengan sumber berita untuk mengambil keuntungan material.

Setelah selesai materi teknik wawancara disampaikan, kegiatan simulasi wawancara pun dimulai. Tapi sebelumnya, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Dalam satu kelompok itu, terdiri dari dua orang sebagai pewawancara dan satu orang selaku narasumber.

Di kelompok saya, sebagai pewawancara adalah aku dan saudari Asqarini Hasbi (Peserta Fun Blogging 3 juga). Sebagai narasumber adalah Bapak Billy Febriantoro, S.Pd, lulusan S1 Universitas Pendidikan Bandung jurusan Kimia. Beliau yang pada saat itu menjabat sebagai guru kimia di SMA Dwi Warna, Parung Bogor.

Adapun hasil simulasi yang saya lakukan bersama dengan saudari Asqarini Hasbi sebagai berikut :

Simulasi Wawancara

Narasumber : Bapak Billy Febriantoro, S.Pd

Membahas pendidikan khususnya matapelajaran kimia di SMA Dwi Warna (Parung, Bogor) cukup menarik. Menurut salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut yaitu Bapak Bily Febriantoro, S.Pd. Kimia masih menjadi salah satu matapelajaran yang dianggap susah untuk sebagian besar pelajar di Indonesia, umumnya, dan di SMA Dwi Warna khususnya.

Bapak guru, kelahiran Sumedang ini berpendapat bahwa kesulitan mendasar yang dihadapi murid-muridnya, berhubungan dengan istilah-istilah kimia yang belum familiar atau masih asing. Yang kemudian menjadi beban bagi mereka. Bapak Billy pun menambahkan, tantangan yang dihadapi para guru kimia dalam mengatasi masalah tersebut adalah bagaimana caranya menganalogikan imu kimia menjadi mudah. Yaitu dengan merealisasikan yang abstrak menjadi nyata. Keaktifan para murid untuk terlibat daam kegiatan belajar-mengajar, menjadi salah satu kunci untuk mengubah paradigm pelajaran kimia yang sulit menjadi ebih mudah dan menarik.

Pria yang juga aktif sebagai reporter newsletter di sekolah tempatnya mengajar menyinggung mengenai tipe belajar para siswa. Yaitu visual, auditorial dan kinestetik. Setiap sekolah-sekolah di Indonesia umumnya, sebaiknya lebih mengeksplorasi tipe belajar kinestetik (praktek) atau aktif. Di mana secara keseluruhan sudah mencakup tipe pelajar visual (meihat) dan auditorial. Dan SMA Dwi Warna saat ini sedang mencoba untuk menerapkan tipe pembelajaran kinestetik (bergerak).

Menurut bapak guru yang mengidolakan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara ini, peran guru di sekolah tidak hanya mengajar atau mentransfer ilmu. Namun guru harus mampu mendidik murid untuk aktif dan mandiri. Dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yang mengarah para siswa dan mengkonfirmasikan atau mengoreksi, pengetahuan yang sudah didapatkan para murid.

Lulusan S1 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, jurusan Kimia, yang menyukai novel Laskar Pelangi. Berharap di masa depan media pembelajaran khususnya matapelajaran kimia dapat lebih ditingkatkan. Sehingga murid dapat ebih menyukai pelajaran kimia.

-Asqa & Putri-

Referensi

Rahmintama. 2009. Panduan Jurnalistik Bagi Pemula, Wartawan Sebaai Agen Perubahan. Jakarta : Yayasan Semai Tunas Cendikia.

Iklan

4 pemikiran pada “Simulasi Wawancara dalam Teknik Wawancara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s