Berkah Ibu Rumah Tangga, Usaha Jelly Art Pudding


Dua tahun lalu dia memutuskan untuk berhenti bekerja. Ingin menjadi ibu rumah tangga saja biar banyak waktu bersama anak, katanya begitu.

Dia benar-benar menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Menyapu, mengepel, mencuci dan menyetrika pakaian dikerjakan sendiri olehnya. Termasuk memasak. Ibu satu anak ini rela bangun pagi-pagi, memasak sarapan untuk  suami dan anaknya.

Mengenai memasak, terkadang kesulitan menentukan menu apa yang akan dimasaknya. Tapi karena hal itu pula, dia menjadi rajin melihat-lihat resep masakan di internet. Kemudian mencoba memasak. Luar biasa! Dia bisa memasaknya. Padahal kalau menengok ke belakang, sebelum menikah dia sama saja seperti aku. Sama-sama tidak bisa memasak hehehe.  Dari  Facebook, aku tahu dia sudah bisa memasak. Biasanya setelah memasak, dia posting foto masakan hasil uji cobanya. Masakan yang pernah dibuatnya antara lain pindang ikan, sayur hingga membuat puding. Puding  buah naga, puding caramel cocktail, puding oreo adalah puding yang pernah dibuatnya.

Sampai suatu hari di bulan November 2014, aku dibuatnya berdecak kagum. Dia yang bernama Danik Agustiany, belajar Jelly Art Pudding dengan adik iparnya. Dengan tekun dan bersungguh-sunguh, Jelly Art Pudding hasil buatannya semakin cantik dan menarik. Jelly Art Pudding, menurutku adalah puding yang dihias. Karena dalam proses pembuatannya, puding yang berwarna bening akan dihias dengan puding yang telah diberi warna. Cara menghiasnya dengan proses penyuntikan menggunakan suntikan dan alat khusus. Alat khusus tersebut panjang, dikedua ujungnya memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada yang berbentuk seperti bunga, daun, dan lain-lainnya.

Jelly Art Pudding
Jelly Art Pudding

Jelly Art Pudding buatan Danik dijamin sangat aman untuk dimakan, karena terbuat dari bahan berkualitas dan tidak berbahaya. Untuk rasa pun tidak mengecewakan, enak bikin ketagihan. Seperti aku ini, harus nambah. Kalau cuma makan satu, kurang rasanya. :))

photo_collage15
Bahan-bahan yang digunakan

Danik belum percaya diri untuk menjualnya Jelly Art Pudding buatannya itu. Setiap kali kusarankan untuk menjualnya selalu saja menjawab, “Iiih nggak pede. Bikin bunganya aja masih jelek.”Gemees! Geregetan! Dengan jawabannya itu.

Foto-foto Jelly Art Pudding hasil karyanya banyak mendapatkan komentar. “Itu apa ya Nik?,  “Bisa dimakan nggak?” Lalu ada yang berkomentar “Bagaimana cara membuatnya?”Adapula yang minta diajarkan membuatnya, “Daniiik ajarin dong bikin Jelly Art Pudding.” Sampai ada yang bertanya, “Berapaan tuh jeung harganya?” “Dijual nggak ya?”

bulat dan love
Ukuran loyang love dan bulat

Desember 2014, pertama kalinya Danik menerima pesanan Jelly Art Pudding dari teman kantor lamanya. Jelly Art Pudding cup 100ml sebanyak 15pcs dipesannya, dengan testimoni memuaskan. Sejak itu hanya dengan mengandalkan media sosial Facebook, Whatsapp dan BBM (by request). Pesanan Jelly Art Pudding banyak berdatangan kepadanya. Sampai saat ini yang menjadi konsumennya adalah teman di masa kerja, sekolah dan kuliahnya. Beberapa orang tua teman sekolah anaknya.

cup100&400
Ukuran cup 100ml dan 400ml

Wooow! Dalam  waktu enam bulan sebanyak 600 lebih Jelly Art cup 100ml telah dibuatnya. Ukuran cup 400ml sebanyak 46 pcs. Sebanyak 19 loyang 18ml, 6 loyang bentuk love, 3 loyang  bulat dan 5 loyang ukuran brownies.

Ukuran loyang 18ml
Ukuran loyang 18ml

Karena faktor belum memiliki kurir khusus, dan tidak menggunakan jasa ekspedisi.  Danik yang mengantarkan sendiri ke konsumennya, baru melayani pemesanan sekitar tempat tinggalnya. Sekitar Cengkareng dan Kalideres untuk wilayah Jakarta Barat, serta  Poris dan sekitarnya di Tangerang.

Bagi konsumen yang terbiasa menggunakan commuterline. Danik dapat memenuhi permintaan, untuk bertemu di stasiun kereta yang telah ditentukan.

Buat yang lagi kebingungan mencari kado, hantaran ke saudara atau tetangga. Atau juga ingin memberikan sesuatu yang berbeda ke someone special, bisa memberikan Jelly Art Pudding. Mau tau cara membuatnya? Dibawah ini akan saya berikan resep dan cara membuatnya. Bisa juga pesan ke  Danik.

ucapan

Resep Jelly Art Pudding
Bahan I
2 bungkus Jelly Bubuk Instant (Nutrijell bening _sirsak, lecy atau plain 15 gr)
200 gr gula pasir (yang putih) (bisa ditambahkan jika kurang manis)
1200 ml air
1/4 sdt vanili (jika memakai nutrijel plain)

Bahan II
200 ml susu cair UHT
1/2 sdt nutrijel
1/2 sdt agar2 plain (Swallow Globe)
50 gr gula pasir
Pewarna (selera)

Bahan III
1 bks nutrijel puding instan
500ml air 1/2 bks agar2 plain (Swallow Globe)

Caranya :
Bahan I
Campur nutrijel dan gula pasir kemudian tuang air, rebus sambil aduk hingga rata. Ketika mendidih akan terlihat busa terkumpul di permukaan wadah, jangan diaduk, matikan kompor lalu diamkan sampai kurleb 15 menit. Kemudian ambil busa tsb dengan menggunakan sendok/garpu. Tuang fruity acid (selera). Setelah itu baru tuang dalam mangkuk/cetakan sesuai selera. Dinginkan.

Bahan II
Masak Bahan II hingga mendidih, angkat. Ambil beberapa sendok puding taruh dalam mangkuk stainlees/alumunium, beri pewarna sesuai selera, kukus selama proses penyuntikan dgn api kecil & tertutup supaya tetap mencair.

Bahan III
Cara masak sama dengan Bahan II Tuang bahan III panas2 di atas Bahan I yg sudah selesai diberi motif/finishing. Dinginkan .Minimal 2 jam sampai bahan 3 sesuai suhu ruangan.agar bahan 1 dan 3 menempel sempurna. Balik di wadah, kemudian sajikan.

NB: Tinggi bahan 1 minimal setinggi jarum suntik. Untuk cara membuat bunganya bisa diintip di youtube dengan keyword “The Art Jelly Puding.”

Beberapa link tutorial Jelly Art Pudding di youtube yang aku ikuti :
1. https://www.youtube.com/watch?v=usdjQYxTQzU&index=1&list=PL1mXQyyu-8VkF1XbonK23lMefw4fRzaIs
2. https://www.youtube.com/watch?v=ZYia9SI9BJs&index=6&list=PL1mXQyyu-8VkF1XbonK23lMefw4fRzaIs
3. https://www.youtube.com/watch?v=rzzP7io_Kj0&list=PL1mXQyyu-8VkF1XbonK23lMefw4fRzaIs&index=8
4. https://www.youtube.com/watch?v=5l4QCLDKdjU&list=PL1mXQyyu-8VkF1XbonK23lMefw4fRzaIs&index=9
5. https://www.youtube.com/watch?v=j2XsMmg99Q0

Bila Yang Maha Kuasa berkehendak, yang tidak mungkin pasti akan terjadi. Karena sebuah keinginan yang mulia, sahabatku ini mendapatkan sesuatu yang tak disangka-sangka dan membanggakan.

Simulasi Wawancara dalam Teknik Wawancara


Simulasi wawancara yang akan saya bagikan di bawah ini, dilakukan pada sesi Teknik Wawancara dan Praktik, saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik, Februari 2010.

Sebelum kegiatan simulasi dilakukan, terlebih dahulu dijelaskan mengenai teknik wawancara. Sebelum melakukan wawancara, biasanya wartawan membuat skema pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Lakukan wawancara secara alamiah, jangan dibuat-buat atau sangat formal sehingga menjadi kaku. Sebaiknya sebelum meakukan wawancara, pewawancara mencari tahu terlebih dahulu mencari referensi tentang topic wawancara. Sebaiknya juga pewawancara mengenal baik biografi narasumber, jabatannya, perwatakannya, dan lain-lain menyangkut diri narasumber. Selesai melakukan wawancara, sebaiknya langsung menuliskan hasil wawancara tersebut.

Sebagai pewawancara, seorang wartawan harus memperhatikan kode etik jurnalistik. Kode etik berfungsi menjaga agar obyektifitas jurnalistik tetap terjaga. Mencegah karya bersifat fitnah, cabul, sadis dan provokatif. Dan tidak terjadinya kolusi antara pewawancara dengan sumber berita untuk mengambil keuntungan material.

Setelah selesai materi teknik wawancara disampaikan, kegiatan simulasi wawancara pun dimulai. Tapi sebelumnya, peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Dalam satu kelompok itu, terdiri dari dua orang sebagai pewawancara dan satu orang selaku narasumber.

Di kelompok saya, sebagai pewawancara adalah aku dan saudari Asqarini Hasbi (Peserta Fun Blogging 3 juga). Sebagai narasumber adalah Bapak Billy Febriantoro, S.Pd, lulusan S1 Universitas Pendidikan Bandung jurusan Kimia. Beliau yang pada saat itu menjabat sebagai guru kimia di SMA Dwi Warna, Parung Bogor.

Adapun hasil simulasi yang saya lakukan bersama dengan saudari Asqarini Hasbi sebagai berikut :

Simulasi Wawancara

Narasumber : Bapak Billy Febriantoro, S.Pd

Membahas pendidikan khususnya matapelajaran kimia di SMA Dwi Warna (Parung, Bogor) cukup menarik. Menurut salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut yaitu Bapak Bily Febriantoro, S.Pd. Kimia masih menjadi salah satu matapelajaran yang dianggap susah untuk sebagian besar pelajar di Indonesia, umumnya, dan di SMA Dwi Warna khususnya.

Bapak guru, kelahiran Sumedang ini berpendapat bahwa kesulitan mendasar yang dihadapi murid-muridnya, berhubungan dengan istilah-istilah kimia yang belum familiar atau masih asing. Yang kemudian menjadi beban bagi mereka. Bapak Billy pun menambahkan, tantangan yang dihadapi para guru kimia dalam mengatasi masalah tersebut adalah bagaimana caranya menganalogikan imu kimia menjadi mudah. Yaitu dengan merealisasikan yang abstrak menjadi nyata. Keaktifan para murid untuk terlibat daam kegiatan belajar-mengajar, menjadi salah satu kunci untuk mengubah paradigm pelajaran kimia yang sulit menjadi ebih mudah dan menarik.

Pria yang juga aktif sebagai reporter newsletter di sekolah tempatnya mengajar menyinggung mengenai tipe belajar para siswa. Yaitu visual, auditorial dan kinestetik. Setiap sekolah-sekolah di Indonesia umumnya, sebaiknya lebih mengeksplorasi tipe belajar kinestetik (praktek) atau aktif. Di mana secara keseluruhan sudah mencakup tipe pelajar visual (meihat) dan auditorial. Dan SMA Dwi Warna saat ini sedang mencoba untuk menerapkan tipe pembelajaran kinestetik (bergerak).

Menurut bapak guru yang mengidolakan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara ini, peran guru di sekolah tidak hanya mengajar atau mentransfer ilmu. Namun guru harus mampu mendidik murid untuk aktif dan mandiri. Dan peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yang mengarah para siswa dan mengkonfirmasikan atau mengoreksi, pengetahuan yang sudah didapatkan para murid.

Lulusan S1 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, jurusan Kimia, yang menyukai novel Laskar Pelangi. Berharap di masa depan media pembelajaran khususnya matapelajaran kimia dapat lebih ditingkatkan. Sehingga murid dapat ebih menyukai pelajaran kimia.

-Asqa & Putri-

Referensi

Rahmintama. 2009. Panduan Jurnalistik Bagi Pemula, Wartawan Sebaai Agen Perubahan. Jakarta : Yayasan Semai Tunas Cendikia.

Seru-seruan di Akhir Pekan : Fun Blogging 3 “Dari Hobi Menjadi Profesi”


Hari Sabut, 10 Januari 2015 telah diselenggarakan Workshop Fun Blogging 3, bertempat di Galery Qwords Gedung Cyber 1 Kuningan Barat Jakarta Selatan.Sama seperti Fun Blogging pertama dan kedua, selain tempat pelaksanaan di workshop ini para peserta dibatasi sebanyak 30 orang. Diharapkan ketigapuluh peserta ini dapat menyerap materi workshop dengan sebaik-baiknya, kemudian dapat mempraktekkannya.

Workshop Fun Blogging 3 “Dari Hobi Menjadi Profesi” terdiri dari tiga sesi. Pemberi materinya adalah 3 wanita cantik yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.

Acara yang dimulai pukul 9.00 WIB, diawali dengan materi Writing Great Content yang disampaikan oleh Mbak Haya Aliya Zaki. Menurut beliau, blog dapat menghasilkan uang. Sesuai dengan pengalamannya, ibu muda ini sering mendapat permintaan dari produsen untuk mengulas produknya di blog beliau. Ulasan yang dibuat ada bayarannya, tapi adapula bayaran berupa produk yang diulas bukan uang. Yang lebih menarik, mendapat undangan di acara launching produk baru. Di sana pun akan ada kesempatan untuk mewawancarai produsennya, yang kemudian diulas di blog. Ibu muda ini menuturkan, dengan hadir di acara seperti itu sebuah kebanggaan, apalagi sebagai undangan khusus. Diminta membuat ulasan tanpa dibayar pun tidak masalah.

Pemiliki blog seputar perempuan ini mengatakan, menjadi seorang blogger, harus jujur dan dapat dipercaya. Buatlah tulisan yang dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari, bila membahas suatu produk. Jangan dilebih-lebihkan atau sebaliknya yang nantinya terlihat tidak jujur dan tidak dapat dipercaya. Networking atau jaringan pun perlu, sebagai investasi waktu jangka panjang. Serta skill atau kemampuan, kemampuan dalam membuat sebuah tulisan. Mbak Haya Aliya Zaki pun menerangkan mengenai tips membuat tulisan yang baik. Mulai dari gaya bahasa, hingga perlunya memperhatikan tanda baca.

Sesi pertama berlangsung sekitar dua jam. Sebelum memasuki sesi berikutnya, istirahat untuk makan siang dan shalat bagi yang muslim.

Sesi kedua pun dimulai. Pemateri dari sesi kedua ini adalah Mbak Shinta Ries, selain blogger beliau juga seorang Blog & Web Designer serta Blog Trainer. Beliau memberikan materi Advancing Your Blog Platform.

Mbak Shinta Ries menjelaskan bagaimana eksistensi blog agar dapat diakses para peselancar dunia maya. Tampilan blog sebaiknya sederhana tanpa banyak iklan, ataupun hal yang membuat blog kurang diminati para pembaca.

Kemudian sesi ketiga, How to Monetize Your Blog Through Branding. Mbak Ani Berta, seorang Blogger dan juga Digital Media Activist sebagai pemateri sesi ini. Sebagai blogger kita harus aktif dan konsisten untuk update blog kita. Bagaimana menngoptimasikan SEO. Poin penting yang disampaikan Mbak Ani Berta adalah tidak mengandung SARA, isi konten harus menarik.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 15.30 WIB, penyampaian materi sesi ketiga pun berakhir. Di akhir acara disampaikan beberapa lomba blog yang dapat diikuti peserta workshop, persembahan sponsor. Dilanjutkan dengan pemberian goddie bag dari sponsor dan sertifikat dari penyelenggara. Disampaikan pula para pserta Workshop Fun Blogging 3, akan dimasukkan dalam grup tertutup di Facebook. Agar tetap terjaga silaturahmi antar peserta dan pemberi materi, serta tempat bertukar informasi mengenai blog.  Sebelum berpisah peserta diajak foto bersama sebagai kenang-kenangan.

fun blog

Catatan Kecil Tentang Menulis : Aku dan Karyaku


Aku mulai jatuh cinta dengan menulis sejak beberapa tahun belakangan ini. Sebenarnya di masa sekolah sudah menggemari membuat tulisan. Tetapi tulisan yang kubuat belum sesuai dengan persyaratan atau kriteria penulisannya. Aku sangat menyadari hal itu.

Tepatnya di tahun 2010. Aku mulai kembali menggeluti kegiatan tulis menulis. Banyak hal yang kulakukan untuk menunjang kemampuanku dalam membuat tulisan.

Seiring berjalannya waktu. Perkembangan teknologi pun mengalami kemajuan. Salah satu kemajuan itu adalah dengan adanya teknologi internet. Internet memberikan kemudahan mendapatkan informasi dalam waktu singkat. Besar manfaatnya internet bagiku. Dengan internet  aku bisa mencari informasi berkaitan dengan dunia tulis menulis.

Aku memiliki ketertarikan dalam menulis cerita. Ada beberapa naskah cerita yang kubuat, berua cerita pendek atau cerpen.  Aku menyadari cerita yang kubuat itu belum memenuhi persyaratan ataupun kriteria penulisannya. Tak adanya pengetahuan yang kumiliki mengenai menulis cerita. Maka kugunakan internet untuk mencari informasi, bagaimana menulis cerita yang baik dan benar.

Dan kudapatkan artikel-artikel mengenai kepenulisan. Aku menjadi tahu kalau cerpen dan novel termasuk dalam kategori tulisan fiksi. Tulisan hasil imajinasi kita sebagai penulis, bukan berdasarkan fakta. Adapula tulisan nonfiksi berdasarkan fakta, seperti berita atau profil tokoh besar.  Tak hanya itu saja, artikel mengenai bagaimana mengirim naskah cerita ke media juga kudapatkan. Berapa honor yang didapatkan kalau naskah dimuat. Luar biasa sekali!  Naskah cerita yang aku buat belum memenuhi persyaratan penulisannya. Sedih, merasa aku tidak berbakat menulis. Membuat cerpen saja banyak salahnya.

Dari artikel-artikel mengenai ceren kubaca di internet. Sebuah cerpen itu :

  1. Panjang naskah cerpen sebanyak enam sampai delapan lembar kertas A4.
  2. Jumlah tokoh dalam cerpen jangan terlalu banyak,usahakan paling banyak lima tokoh.
  3.  Cerpen harus memiliki tema, atau ide cerita.
  4. Cerpen harus memiliki plot atau alur cerita, adanya hubungan sebab akibat dari awal hingga akhir cerita.
  5. Kemudian usahakan setting atau lokasi jangan terlalu banyak, cukup satu lokasi saja.
  6. Cerpen menggunakan waktu yang pendek. Misalnya hanya dalam satu hari sjaa, atau satu jam saja.

Semakin kuat keinginan untuk membuat tulisan yang baik. Aku pun banyak mengikuti pelatihan, ataupun seminar kepenulisan.  Tetapi walau sudah banyak mengikuti pelatihan dan seminar, dan juga banyak membaca artikel mengenai penulisan fiksi. Belum ada keberanian untuk mengirimkannya ke media.

Memasuki tahun 2012, kuberanikan diri untuk mengirim tulisan ke media. Alhamdulillah mengawali tahun 2012 naskah resensi buku Notes From Qatar Limited Edition” Plus Plus Tiga Resep Sukses Sandiaga S. Uno – Muhammad Assad, dimuat di Annida Online. Dua bulan kemudian, bulan Maret 2012 kembali Annida Online memuat naskah resensiku. Resensi buku Notes From Qatar 2  “Kenalan Sama Rumus 4P Anindya N. Bakrie – Muhammad Assad. Sebelum mengakhiri tahun 2012, kembali naskah resensi buku yang kutulis dimuat di media online. Resensi buku The Secret of Biography Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H. “Menyibak Kesuksesan Sang Biograf dalam Menulis Biografi”- Zulfikar Fuad, dimuat di Pelitaonline.com ada Oktober 2012.

Satu bulan kemudian  resensi buku The Secret of Biography Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H. “Menyibak Kesuksesan Sang Biograf dalam Menulis Biografi”- Zulfikar Fuad, diikutsertakan dalam lomba. Alhamdulillah menjadi Juara III Lomba Resensi Buku The Secret of Biography Rahasia   Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H., penyelenggara Lembaga Studi Biografi RAMADHAN K.H. Institute.

Karena sibuk bekerja, tahun 2013 tak ada prestasi yang kuraih di dunia menulis. Tak ada pula mengirim naskah ke media.  Namun, di tahun ini sinopsis FTVRemajayang kubuat  berjudul “Bidadari Penjual Sayur Keliling” diproduksi dan tayang di SCTV pada bulan April 2013. Hasil dari praktek ilmu yang aku dapatkan di kelas skenario online di akhir tahun 2012.

Tak pernah puas, dan ingin terus belajar. Di awal tahun 2014 kembali aku mengikuti kepenulisan di Depok. Kubuat naskah liputannya dan dikirim ke media online. Alhamdulillah dimuat di E-Magz Nouvalitera. Di akhir tahun 2014 diluar dugaanku, aku memenangkan lomba. Pemenang Hiburan Lomba Menulis Dongeng Anak Nusantara Bertutur 2014, Cerita Anak “Kaleng Bekas.” Yang kemudian dimuat di Koran Kompas, pada tanggal 14 Desember 2014.

Dimuat di Koran Kompas? Pernah terucapkan dalam hati dan kuungkapkan ke seorang temen, “Pengen banget tulisan aku dimuat di kompas. mungkin gak ya? Kataku saat itu. Temanku itu hanya menjawab “Aamiin.”  Dan akhirnya yang tadinya hanya sebuah ucapan, menjadi kenyataan. Alhamdulillah.

piagam

Tahun 2015. Tak ada resolusi tetapi sebuah keinginan yang ingin sekali tercapai di tahun ini, menerbitkan buku. Semoga hal itu dapat terwujud di tahun ini. Aamiin. Sekian tulisan yang kubuat kali ini

Prasasti-prasasti yang Dilupakan


“Tau gak lokasi Museum Taman Prasasti? Katanya di Jl. Tanah Abang I” tanya teman.

“Pernah lewatin. Tapi gak tau naik apa kalo ke sana. Soalnya waktu itu naek ojek, hehehhe.” Jawabku.

“Waktu itu aku mau ke Jl. Suryopranoto. Naik ojek dari depan Museum Gajah. Itu loh, Museum Nasional. Kalo nggak tau Museum Gajah” Kataku lagi.

“Oh… Terus tau kalo gak selain naek ojek. Ke situ naek apa?” Bening penasaran.

“Yaah gak tau. Soalnya yang kasih tau aku, ke Suryopranoto naek Transjakarta  turun di halte Museum Nasional. Terus nyebrang ke arah museum, lanjut naek ojek dari jalanan yang ada di sampingnya  museum. Kayaknya gak ada angkot lewat situ deh.”

Itulah obrolan aku dengan teman di Yahoo Messenger,  di tahun 2011 yang lalu. Temanku yang biasa dipanggil Bening ini, sangat antusias sekali ingin mengunjungi Musuem Taman Prasasti. Obrolan sempat terhenti karena masing-masing sibuk dengan kerjaannya. Saat kembali mengobrol, Bening memberitahuku apa yang baru saja didapatkannya dari internet.

“Di internet katanya kalo ke Museum Taman Prasasti naek bus Transjakarta itu turun dari halte Museum Nasional, terus susuri jalan yang ada di samping Museum Nasional menuju Jl. Abdul Muis.”

Aku kaget membaca pesan YM dari Bening tersebut,

“Hah. Jalan kaki? Jauh kali…Lumayan jauh kan itu jaraknya dari Gajah ke Museum Taman Prasasti.”

“Kalo jalannya sendirian memang lumayan berasa jauhnya. Tapi kalo jalannya rame-rame sambil ngobrol nggak berasa kali… Ke sana yuk?” jawab Bening sambil mengajakku pergi ke sana.

“Yuk.  Boleh juga. Iya juga sih gak berasa jauh kalo jalannya nggak sendirian. Jadi pengen tau kayak apa sih? Serem nggak ya?” aku membalas pesan YM Bening.

“Beneran ya mau? Kita langsung ketemuan di halte busway aja ya.” Katanya Bening.

“Iya. Baiklah.” Jawabku.

Di hari yang telah disepakati bersama antara aku dan Bening. Akhirnya kami pun pergi ke Museum Taman Prasasti. Aku tidak ingat tanggal berapa, yang kuingat hari itu hari Minggu. Bersamaan dengan tewasnya Simonceli. Pembalap MotoGP yang tewas saat sedang balap di sirkuit.

Setelah berjalan kaki sekian menit, menyusuri jalanan yang berada diantara Museum Nasional. Kemudian setelah pertigaan belok ke kanan, menyusuri JL. Abdul Muis. Hingga ketemu Jl. Tanah Abang I, ikuti jalan yang berada di sebelah kiri hingga ketemu museum. Museum Taman Prasasti berada di ujung jalan, yang agak menikung posisi jalanannya.

Ada perasaan takut, jantungku pun berdegup kencang. Kami menghampiri petugas museum, menanyakan berapa biaya masuknya. Hanya membayar uang masuk sebesar Rp. 2.000. Dalam hatiku, “Murah sekali.” Petugas museum memberikan  aku dan Bening pun diberikan brosur. Brosur berisi informasi mengenai Museum Taman Prasasti.

Memasuki area museum terlihat banyak prasasti berupa batu nisan, ataupun berbentuk patung malaikat. Sambil berkeliling dan melihat-lihat, Bening banyak bercerita. Dari cerita Bening dari informasi hasil berselancar di internet, dan juga brosur yang diberikan petugas museum. Aku pun menjadi tahu banyak mengenai museum tersebut.

Museum Taman Prasasti dibangun pada tahun 1795, dengan nama Kerkhoof Laan. Merupakan pemakaman tua yang diperuntukan bagi bangsawan Belanda dan para petinggi VOC di masa kolonial Belanda. Kerkhoof Laan.

Sebelumnya pemakaman Belanda ini berada di dekat Gereja Nieuw Hollandsche Kerk, yang sekarang menjadi Museum Wayang. Lokasinya berada di area Kota Tua. Kemudian pemakaman dipindahkan ke Kerkhoof Laan, yang berubah nama menjadi Kebon Jahe Kober. Pemindahan jenazah dari Museum Wayang ke Kebon Jahe Kober menggunakan kereta jenazah.

Museum Taman Prasasti diresmikan pada tahun 1977, oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu yaitu Bapak Ali Sadikin.

Prasasti yang aku lihat di sana dan aku tahu, diantaranya prasasti dari Soe Hok Gie aktivis mahasiswa Universitas Indonesia. Dr. HF. Roll, pendiri sekolah kedokteran Stovia yang menjadi Fakultas Kedokteran UI. Dan beberapa lainnya, seperti kereta jenazah.CIMG0178 soe hok gie

Keberadaan Museum Taman Prasasti yang letaknya jauh dari keramaian, menjadikannya kurang diketahui banyak orang. Sebagian yang mengetahuinya adalah para anggota komunitas pecinta tempat bersejarah, ataupun dari komunitas fotografi. Mengapa kukatakan demikian, karena saat berkunjung ke sana menjumpai komunitas fotografi sedang hunting foto.

Lokasi yang sering digunakan lokasi syuting video klip, Museum Taman Prasasti tidak mendapat perawatan yang baik. Banyak patung malaikat yang tidak ada kepalanya, atau tangannya. Ada pula coretan-coretan tangan jahil di batu nisan.

Bahkan aku pun sempat melihat anak sekolah yang memasuki museum dengan menyelinap dari pagar besi yang renggang. Sungguh pemandangan yang tidak sedap dipandang. Sangat disayangkan atas perbuatan anak sekolah itu.

Andaikan adanya perhatian dari banyak kalangan. Museum Taman Prasasti lebih terawat dan terjaga. Tak hanya itu saja, bila sosialisasi ataupun promosi mengenai permuseuman khususnya Museum Taman Prasasti sangat baik. Akan banyak pengunjung dari berbagai kalangan yang berdatangan, bukan dari komunitas saja. Melainkan anak sekolah, dengan sengaja datang untuk menambah wawasan tentang sejarah. Keluarga sebagai tempat liburan di akhir pekan. Dan akan banyakwisatawan asing yang berkunjung ke sana.

Petugasnya pun tidak sedikit. Serta terbagi menjadi petugas yang mendampingi pengunjung, memberikan informasi yang terkait dengan museum. Ada petugas yang konsentrasinya pada kebersihan dan keamanan museum.

Museum Taman Prasasti buka di hari Selasa-Minggu. Dari jam 09.00-15.00. Di hari Senin dan hari libur Nasional museum tutup.

Itulah perjalanan aku dan Bening ke Museum Taman Prasasti. Dalam perjalanan pulang, kami merencanakan untuk berkunjung kembali ke sana.

CIMG0111

Tiket masuk musem
Tiket masuk musem