Ketika Muslimah Bertanya, “Bolehkah Beribadah Saat Haid?”


https://www.catatanhikmah.wordpress.com

Judul Buku : Meraup Pahala Kala Haid Tiba

Penulis : Ust. Badiatul Muchlisin Asti dan Ririn Rahayu Astuti Ningrum

Penerbit : Oase Qalbu

Jumlah Halaman : 168 Halaman

Harga : Rp. 35.000

ISBN : 978-602-7645-04-2

Jenis buku : Islami

Terbit : Januari 2013

Bolehkah beribadah? Mungkin pernah ada seorang muslimah bertanya demikian saat haid.

Sebuah buku yang berjudul “ Meraup Pahala Kala Haid Tiba”, akan menjawab pertanyaan itu. Buku yang disusun oleh Ust. Badiatul Muchlisin Asti dan Ririn Rahayu Astuti Ningrum terdiri dari enam bab, setebal 168 halaman.

Bab 1, Seluk Beluk Haid mengawali pembahasan buku ini. Memberikan penjelasan bahwa haid adalah proses yang dialami oleh para wanita dewasa.  Merupakan proses pendarahan rahim yang sifatnya normal, akibat perubahan hormonal  estrogen dan progesteron. Sedangkan secara medis, haid adalah proses alami pada wanita, terjadinya pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim akibat tidak adanya pembuahan. Proses yang umum terjadi pada wanita, memasuki usia 10-12 tahun. Proses haid diiringi dengan keadaan keluarnya darah dari kelamin wanita, terjadi selama 2-8 hari. Dengan siklus haid normal rata-rata selama 21-35 hari.

Pada Bab 2, Selayang Pandang Fiqih Haid dijelaskan mengenai hal-hal yang dilarang saat haid, diantaranya adalah wanita yang sedang haid dilarang shalat dan berpuasa. Dilarang pula melakukan thawaf, berdiam diri di masjid (I’tikaf) dan dilarangnya seorang suami menceraikan wanita yang sedang haid.  Membedakan darah haid dengan Istihadhah, darah yang keluar dari vagina wanita di luar hari-hari haid dan nifas.

“Kekurangan agamanya, karena seorang di antara kamu tak puasa di bulan Ramadhan (karena haid), dan beberapa hari diam tanpa shalat.” (HR. Abu Dawud).  Kutipan Nabi Muhammad SAW  tersebut pada Bab 3,Haid dan Karakteristik Ibadah Muslimah. Mengenai tak adanya halangan bagi wanita yang sedang haid untuk beribadah. Bagi wanita yang sudah menikah, berperilaku baiklah kepada suami. Upayanya untuk mencari ridho (kerelaan) suami serta usahanya untuk mengikuti apa yang dijanjikan kepada kaum lelaki. Allah tidak menilai kualitas ibadah seseorang menurut jenis kelaminnya. Tetapi,  baik laki-laki maupun perempuan, kedudukannya sama di mata Allah. Keikhlasan dan karakter beribadah yang membedakannya.

Dalam bab tersebut pun diterangkan bahwa  merangkai dzikir di setiap waktu. Dzikir dapat dilakukan di masa-masa menstruasi dan nifas, misalnya, akan tertolong mempertahankan kualitas keimanannya bila konsisten selama masa-masa krisis  itu.

Di masa dilarang shalat dan puasa ini, sedikit banyak cenderung menjauhkan wanita dari mengingat Allah. Itu sebabnya harus dinetralisir dengan memperbanyak dzikir. Jika tidak, sungguh wanita menjadi lebih mudah tergoda bujuk rayu hawa nafsu dan setan.

Dilanjutkan pada Bab 4, 10 Amal Pilihan Saat Datang Bulan. Sebuah kekeliruan bila masa datang bulan, dianggapsebagai hari-hari libur beribadah. Amalan ibadah yang dilarang dilakukan wanita yang sedang haid, lebih sedikit jumlahnya dibandingkan amalan ibadah yang disyariatkan lebih banyak jumlahnya.

Sepuluh amal pilihan yang bisa dilakukan dalam  mengisi masahaid sebagai upaya menabung pundi-pundi pahala, yaitu :

  1. Menghadirkan niat. Niat adalah sesuatu yang sangat penting yang mempengaruhi keabsahan dan nilai sebuah amal. Muslim yang sedang datang bulan bisa memanfaatkan keagungan niat ini. Intinya semua amal perbuatan yang dilakukan seorang mukmin dengan memasukkan unsur niat di dalamnya, niat mengubahnya menjadi suatu ibadah.
  2. Memproduktifkan waktu. Meminimalisir perbuatan dan perkatan yang tidak berguna. Sehingga waktunya benar-benar penuh dengan keberkahan dan manfaat.
  3. Berdzikir di berbagai kesempatan. Dzikir akan menjadi oase kehidupan bagi hati seorang muslimah yang sedang haid, yang sedang tidak boleh shalat dan tilawah Al-Qur’an.
  4. Berdoa setiap melakukan aktivitas. Berdoa tidak dilarang bagi orang yang sedang haid. Berdoa merupakan amalan utama yang tetap bisadilakukan seorang muslimah yang sedang haid.
  5. Berkhidmat kepada suami. Amalan besar lainnyayang berpahala adalah berkhidmat atau melayani kebutuhan suami. Melayani suami adalah bagian dari ketaatan seorang istri kepada suaminya. Sebuah amalan yang dapat mengantarkan seorang muslimah dapat kemuliaan masuk surge dari mana saja yang dikehendakinya.
  6. Masa haid bukan masa libur kemesraan dengan suami.Tak ada larangan saat haid wanita bermesraan dengan suaminya, bahkan itu cara paling mudah dan indah mendulang pundi-pundi pahala. Bagaimana tidak, kemesraan suami-istri bisa menjadi wasilah turunkan kasih saying Allah dan menjadi penggugur dosa-dosa.
  7. Menata rumah dengan pernak-perniknya. Aktivitas yang dilakukan dalam rumah tangga, merupakan salah satu bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena aktivitas itu diberikan untuk suami dan anak, serta orang tua.
  8. Silaturahmi.  Bersilaturahmni dapat dilakukan saat sedang haid, maupun di luar haid. Karena silaturahmi selain mendekatkan hubungan kekerabatan, juga merupakan sarana menjaring pahala dan kasih saying Allah.
  9. Melakukan Amal Sosial. Seperti halnya berdzikir dan berdoa. Kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, dapat dilakukan saat sedang haid.
  10. Thalabul Ilmu. Thalabul Ilmu adalah menambah ilmu, dengan cara membaca buku-buku atau menghadiri majelis ilmu. Selama kegiatan majelis tidak dilakukan dalam masjid, wanita yang sedang haid dapat mengikutinya.

Bab 5 mengenai Wirid Pilihan Saat Datang Bulan. Wirid dapat dilakukan oleh wanita muslimah yang sedang haid seperti berdzikir. Wirid itu sendiri adalah amalan dzikir harian yang ditetapkan seorang pada dirinya seperti membaca ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an yang tertentu atau dzikir-dzikir tertentu (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandzur). Contoh wirid adalah yang biasa dibaca setelah shalat lima waktu, yaitu membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar masing-masing sebanyak 33 x.

Dan bab terakhir pada buku ini yaitu Bab 6, Tips Nyaman dan Emosi Terkendali Saat Haid. Mengenai bagaimana pengendalian diri seorang wanita saat sedang haid.

Kelebihan dari buku ini adalah, lengkap dengan mencantumkan dalil-dalil shahih yang menguatkan dari masing-masing pembahasan di setiap babnya.  Selain itu juga, buku ini memberikan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan wanita muslimah seputar haid berkaitan dengan syariat Islam.

Kekurangan buku tidak adanya hal yang berbeda dengan buku serupa mengenai pembahasannya. Mungkin akan lebih baik bila adanya pembahasan yang membedakannya dengan buku-buku lain yang sejenis.

Menyibak Kesuksesan Sang Biograf dalam Menulis Biografi


Judul Buku : The Secret of Biography : Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H.

Penulis : Zulfikar Fuad

Penerbit : Akademia Permata, Jakarta

Jumlah Halaman : 155 Halaman

Terbit : 2012

Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut. Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh (http://id.wikipedia.org/wiki/Biografi)

Menulis biografi adalah semacam upaya “penelanjangang” diri : diri sendiri dan diri orang yang ditulis. Dan seseorang bersedia menulis atau ditulis biografinya haruslah siap dengan penelanjangan tersebut. Mereka harus siap memindahkan ruang privat yang biasanya sangat sempit dan tertutup ke bentang ruang publik yang luas tak bertepi ketika menjadi buku. Sebab, salah satu kekuatan biografi adalah kejujuran dari sang subjek untuk membuka selebar-lebarnya.  (Kata Pengantar Ramadhan K.H., Perintis Roman Biografi. Oleh : Djadjat Sudradjat, halaman vii)

Buku The Secret of Biography: Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H., yang ditulis oleh Zulfikar Fuad merupakan buku yang berisi tentang seorang wartawan sekaligus sastrawan yang telah memberikan pengaruh besar bagi perkembangan dunia sastra Indonesia dimana dirinya memutuskan untuk menggeluti penulisan biografi. Di dalam buku ini pula dijelaskan mengenai tehnik penulisan biografi menurut lelaki kelahiran Bandung, 16 Maret 1927 yang memiliki nama Ramadhan Kartahadimaja dan lebih dikenal dengan Ramadhan K.H.

Ramadhan K.H., memilih menulis biografi jenis autobiografi dengan pendekatan sebagai orang pertama dan menggunakan kata pengganti “aku” ataupun “saya”. Pendekatan orang pertama merupakan pendekatan yang seolah-olah penulis adalah si tokoh dalam penulisan tersebut.

Adapun karya-karya autobiografi yang telah dibuat beliau diantaranya adalah, Soekarno dan Inggit Garnasih, Soeharto, Dewi Dja, Ali Sadikin, Laksamana Sukardi, Kemal Idris, Gobel, dsb.

Beliau pun sebagai perintis dari sebuah roman biografi di Indonesia, keluar dari jalur penulisan biografi yang selama ini dinilai kaku karena hanya menyajikan sebuah biografi berisi tanggal-tanggal dan peristiwa atau kejadian yang melibatkan seorang tokoh.

Sedangkan sebuah roman biografi adalah tulisan riwayat hidup dengan menonjolkan kisah hidup romantisme dari si tokoh di kehidupan nyata ini. Dibuat oleh Ramadhan K.H. dengan bercerita seperti novel, pembaca dibawa terlibat dalam cerita. Seakan-akan berada di lokasi yang dituliskan dan merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokohnya.

Namun  hanya dua buah buku riwayat hidup dengan pendekatan roman biografi yang ditulis oleh seorang Ramadhan K.H., keduanya adalah Kuantar ke Gerbang : Kisah Cinta Ingit Garnasih dengan Bung Karno dan Gelombang Kehidupanku, Dewi Dja dari Darnadella.

Semua penjelasan di atas merupakan isi dari Bagian Kedua dalam buku tersebut, terdapat di halaman 23-25 mengenai Sekelebat tentang Buku Riwayat Hidup.

Selain itu juga masih di Bagian Kedua, Modal Utama : Waktu dan Kesabaran. Menjelaskan dalam menulis biografi sangat diperlukan untuk meluangkan waktu yang memadai, teratur dan berkesinambungan serta dituntut untuk bersabar. Karena pembuatan biografi agar hasilnya optimal, minimal selama 6 bulan bahkan bisa sampai satu tahun lamanya.

Penerima Hadiah Sastra Asia Tenggara 1993 ini pun  menjelaskan mengenai empat syarat untuk menjadi penulis biografi. Yang pertama adalah, menulis dengan gaya bahasa sendiri. Menurutnya sebagai penulis biografi pemula belajar langsung kepada penulis biografi senior yang telah banyak menghasilkan karya biografi yang memikat dan menyejarah, pelajari semua hal tentang cara menulis biografi menurut versi penulis biografi senior. Adapun diantaranya adalah pendekatan penulisan, proses kreatif dan gaya bahasanya. Misalkannya dapat meniru gaya penulisan biografi yang dilakukan seorang Ramadhan K.H dengan gaya bahasa novel, namun tidak menirunya seratus persen. Buatlah sekreatif mungkin penulisan dengan gaya bahasa novel yang diciptakan dan dapat menjadi ciri khasnya kita dalam menulis biografi.

Yang kedua, melalui perkaya wawasan dengan banyak membaca apa saja. Wawasan yang luas dan multidisiplin merupakan kebutuhan pokok seorang penulis biografi. Perlu banyak membaca, karena penulisan biografi menuntut wawasan yang luas dan dedikasi total dalam proses penulisannya.

Untuk yang ketiga, perbanyak membaca buku biografi karya orang lain untuk memperkaya kerampilan kita dalam penulisan biografi. Dan ini merpakan belajar menulis biografi dari penulis lain secara tanpa tatap muka langsung.

Dan yang keempat, peka dengan persoalan hidup dan kemanusiaan. Kepekaan pun adalah modal utama bagi seorang penulis, tak hanya bagi penulis biografi tetapi bagi semua yang menggeluti dunia tulis-menulis. Kepekaan membantu penulis biografi memahami kehidupan tokoh dan konteks yang melahirkannya, membantu juga merekonstruksi kejadian masa lalu yang dialami tokoh.

Begitulah yang selalu dikatakan seorang Ramadhan K.H. mengenai syarat menjadi penulis biografi yang terdapat di Bagian Kedua di buku ini, kepada para penulis yang mendatanginya untuk berdiskusi dengannya. Tak hanya di Bagian Kedua saja, tetapi di Bagian Ketiga pun masih membahas hal-hal yang berkaitan dengan menulis biografi. Sedangkan pada Bagian Keempat mengenai Catatan Tokoh dan Peristiwa, dan pada Bagian Kelima berisi Catatan www.penulisbiografi.com. Untuk Bagian Kesatu, mengawali dari semuanya adalah In Memoriam Ramadhan K.H.

Kelebihan buku ini sangat baik sebagai referensi dalam penulisan biografi bagi siapa saja yang ingin belajar, maupun yang sedang menulis sebuah buku biografi.

Tetapi selain memiliki kelebihan, buku ini pun memiliki kekurangan yang terlalu banyak memberikan catatan mengenai tokoh-tokoh besar.

Catatan kecil :

Resensi ini dimuat di PelitaOnline.com pada tanggal 27 Oktober 2012. Resensi buku ini diikutsertakan dalam Lomba Resensi Buku The Secret Biography : Rahasia Menulis Biografi Ala Ramadhan K.H. Naskah resensi saya menjadi Juara 3, yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Biografi Ramadhan K.H. yang didirikan oleh Zulfikar Fuad sendiri.

Menjadi juara 3 merupakan prestasi yang membanggakan bagi saya, karena ini kali pertamanya menjuarai lomba menulis. Semoga akan menyusul kemenangan di lomba lainnya yanga akan saya ikuti.

Plus Plus Tiga Resep Sukses Sandiaga S. Uno


notes

Judul Buku : Notes From Qatar Limited Edition

Penulis : Muhammad Assad
Penerbit : Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman : 312 Halaman
Harga : Rp. 70.000
ISBN : 9786020016993
Jenis buku : Motivasi
Terbit : Desember 2011

Buku ini hanya di cetak sebanyak 5000 eksemplar, dan isinya masih sama dengan Notes From Qatar cetakan sebelumnya. Berisi kumpulan tulisan Muhammad Assad mengenai pengalaman dan kejadian yang dialaminya selama berada di Qatar. Buku motivasi yang ditulis dengan gaya penulisan yang sederhana, mudah dimengerti dan memiliki nilai pesan moril yang sangat inspiratif serta memotivasi para pembacanya.
Hanya pada buku ini adanya tambahan tulisan berdasarkan interaksi langsung penulis dengan pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno, pemilik perusahaan investasi di negara ini. Tentang pengusaha ini menerapkan 3P’s (Positive, Persistence, Pray) dalam kehidupannya. Serta perjuangannya bangkit dari keterpurukan dan kebangkrutan di masa lalu, yang akhirnya memperoleh kesuksesan menjadi salah satu orang paling kaya di Indonesia, serta mendapat penobatan sebagai “Entrepreneur of The Year” dari Enterprise Asia untuk predikat pengusaha terbaik di tahun 2008.
Kelebihan buku ini dapat dibaca oleh siapa saja, termasuk mereka yang non muslim walaupun adanya ayat-ayat Al-Quran dan Hadits berkaitannya dengan apa yang sedang dibahas di setiap tulisannya. Sangat pantas pula dibca para anak muda Indonesia, untuk lebih mengetahui bagaimana meraih kesuksesan serta menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Selanjutnya terdapat kuis yang diperuntukkan bagi para 10 pemenang yang beruntung untuk mengikuti Exclusive Dinner bersama penulis buku ini, yaitu Muhammad Assad. Persyaratan mengikuti kuis terdapat di halaman belakang buku.
Kekurangan yang dimiliki. Sangat disayangkan, pada buku sebagus ini masih terdapat kesalahan pengetikan di beberapa halaman yang agak mengganggu.
Bagi yang pernah mengikuti kuis Twitter yang diadakan oleh Gramedia tentang arti “Positive”, “Persistence”, dan juga “Pray”. Ada pengumuman pemenangnya juga, maka segera miliki bukunya karena tidak akan ada lagi cetakan dari buku ini.

Catatan kecil :

Buku Notes From Qatar Limited Edition adalah buku yang pertama kali saya resensi. Dan pertama kalinya juga resensi buku ini saya kirimkan ke media, setelah terlebih dahulu dikoreksi oleh seorang teman.

Alhamdulillah resensi buku Notes From Qatar Limited Edition, berhasil lulus redaksi Annida Online. Naskah resensi ini saya kirim di akhri tahun 2011. Seminggu kemudian, tepatnya tanggal 6 Januari 2012 resensi telah dimuat di website Annida Online.

Sejak dimuatnya resensi buku Notes From Qatar di Annida Online membuat saya semakin percaya diri. Saya pun berkeinginan untuk kembali meresensi buku.